Selasa, 04 April 2017

...In My Silent...

Sejak tau akan mengadiri acara pernikahan kakaknya, saya sangat senang sekali.
Sengaja tidak memberitahukan kepadanya, setidaknya untuk memberi kejutan.
Lima hari sebelum acara, saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya (bahkan sampai minjam duit :p)

Nah, pas hari  yang ditunggu... Sampailah di rumahnya (tempat acara *-red)
Masih dalam mobil ni,,, melihat dia hati saya senang. Beberapa hari gak jumpa berharap diapun akan senang melihat saya.
Dari sejak salaman saat datang, menitipkan kado padanya, hingga salaman saat akan pulang..
Sedikitpun tidak ada senyum untuk saya...
Malah yang tersirat rasa takut dan was was. (*Mgkn takut ketauan sama .......)
Sakit sih,, tapi setelah melihat wajahnya yang lelah saya pun mencoba melupakannya.
Tapi setiap mengingat hari itu, saat dia menyembunyikan cincin yang dipakainya, saat wajah cemas nya muncul ketika saya mendekat padanya.. semua itu selalu teringat.

Saya tau, saat itu dia lelah.. Karena itu saya tak mengirimkan satu sms atau chat padanya.
Setelah saya tanya mengapa tak ada mengabari saya saat itu, jawabannya 'capek... nanti tah apa-apa lagi pertanyaannya'. Ya sudah.. saya diam.
Tapi baru-baru ini saya lihat riwayat hp nya, dia ada menelpon ...... pada malam minggu itu.
Waktu untuk menelpon itu ada, tapi untuk membaca dan mengirim kabar untuk saya tak ada.
Sesungguhnya saya dianggap apa??

Belakangan ini dia selalu marah.
Salah kata dikit, dia sudah marah.
Mungkin salah saya...
Pasti memang salah saya.
Yang terlalu banyak tuntutan... banyak permintaan.. banyak keluhan..
Yang dulunya biasa-biasa saja, sekarang jadi hal yang membuat tertekan.
Maafkan saya...
Orang bodoh yang tak pernah belajar dari pengalaman..
Orang yang menyayangi mu, tapi tak pernah membahagiakanmu..
Orang yang mencintaimu dengan sepenuh hati, tetapi engkau cintai setengah hati..
Tak mengapa... saya terima..
Saya akan berusaha menerima...
Bukankah orang bodoh juga dapat berpikir??
Asalkan engkau bahagia..
Jangan marah-marah lagi...
Saya membutuhkan senyummu untuk membuatku bertahan di setengah hati ini.
Saya membutuhkan mu...
Membutuhkan segala hal dari mu.. bahkan kemarahanmu pun saya butuhkan.
Semoga kediamanku membuatmu bahagia.

Bahagialah my 'A... ur my wish.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar