"Mulutmu harimaumu" pribahasa itu sudah sering kita dengar bukan? Bahkan banyak istilah lain yang mengisyaratkan arti yang sama. Kalau kata-kata diibaratkan adalah sebuah pedang yang dapat menyebabkan si pendengarnya sakit hati, dan bisa juga menyebabkan banyak masalah. Terkadang masalahnya adalah hal yang sepele, tapi karena tidak bisa menjaga ucapan maka masalah tersebut dapat menjadi besar. Dan tak jarang akhirnya melibatkan hukum dalam penyelesaiannya.
Bukan hanya itu (*mulut) yang harus kita jaga, tapi wajah juga. Kenapa wajah??? Hmm.. begini. Adakalanya seseorang tiba-tiba diam dengan wajah yang tidak mengenakkan untuk dilihat. Masaaaammm saja :v ... kalau ini ada pribahasanya gak yaaa...??? Kesal dikit, bolah kan?
Kalau kita yang didekatnya tau apa penyebabnya ya gk masalah... Tapi kalau kita sendiripun gk tau. Masalahnya apa, penyebabnya apa.. eh tiba-tiba begitu. Diajak ngomong juga jawabnya ketus. Semua hal yang kita lakukan juga salah dimatanya. Kalau sudah begitu, apa yang harus dilakukan..?? Saya sendiri juga gak tau. Ya kalau seandainya saya, kita-kita ini ada salah, ya ngomong. Kalau wajah masam yang dipasang tiba-tiba mana tau harus apa. Ujung-ujungnya saya mikir "terserah situ!!" (*pakai icon cuek). HAHA! Kesal dikit, boleh kan?
Yah, semua orang pasti punya salah. Baik yang dilakukan sengaja atau gak disengaja. Baik kesalahannya besar atau kecil. Pasti ada. Kita kan tidak ada yang sempurna. Kalau kita merasa punya salah dengan orang lain, sebaiknya beranilah meminta maaf. Sebaliknya, jika orang lain yang punya salah, ya kita maafkan saja. Bicara baik-baik itu lebih enak daripada diam gak jelas gitu. Ingat lho,,, BICARA BAIK-BAIK. Bukan DIAM dengan wajah MASAM dan bicara dengan KETUS.
--sengaja di capslock biar jelas ^^v
Yowes,, saling memaafkan dan berlapang dada itu lebih membuat hidup tenang.
Masih puasa lho... puasa... Jangan marah-marah.. hehehe sabaaarrrr....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar